Friday, August 14, 2015

Story of my life, Part 1

Udah lama gk post, tepat nya no blog udah lama menghilang, maklum lah mahasiswa semester akhir uda sibuk2 bgt sma yg nama nya bimbingan skripsi, sidang lagi, belum lgi mikirin revisi sedih memang jadi mahasiswa,  sakitnya tuh disini *tunjukkepala. Him, yah begitulah resikonya jadi mahasiswa. Eitttsss, tapi aku bukan mau cerita soal skripsi, sekarang aku mau cerita hidup aku, tepatnya hubungan percintaan aku selama menghilang dari blog . Lets's start...

Hidup kadang membingungkan,
Sedih, senang, suka, duka semua pasti akan kita temukan.  Kadang hidup kita merasa hidup begitu indah kemudian kita terhempaskan lagi. Begitu juga dgn kisah hidup ku, tepatnya dalam Hal cinta .

Pada post sebelumnya aku udah certain gimana sayang nya aku sama seseorang, Dan gimana menyesalnya aku saat melakukan kesalahan, ya aku sangat menyesal melakukannya.

*flashback
Berawal saat aku menggunakan apalikasi wechat, saat itu aku baru memiliki smartphone dan mencoba berbagai macam aplikasi, terutama aplikasi sosmed, mulai dari facebook, twitter, line wechat, dll. Singkat cerita aku berkenalan dengan seorang cowo chinese, sebenarnya aku hanya iseng2 untuk menghilangkan suntuk, chat berlanjut hingga berujung percakapan "kamu punya pacar?", disinilah kesalahan aku, aku jawab aku gk punya pacar padahal aku memiliki pacar.

Aku tak pernah menyangka kata2 ku akan menjadi bumerang untuk diriku sendiri. Aku teledor, saat aku bertemu dengan nya *pacar, aku lupa menghapus chat tersebut karna selama ini dia memang tak pernah mengecek handphone aku, tapi lain ceritanya hari itu. Dia marah besar sama aku, dia minta putus. Aku benar2 menyesal.
*flashback end

Kejadian itu membuat retak hubungan aku dan dia, tapi juga membuat kuatnya hubungan kami. Ya, kami balikan setelah adu argumen dan tangis2 bombay. Saat itu aku sadar aku benar2 mencintainya, tak ingin lagi lelaki lain, hanya dia.

Setahun berlalu, hubungan kami masih baik walau dilewati dengan bumbu tawa, canda, berantem pada akhirnya setahun terlewati juga. 18/3/2014, tepat setahun hubungan kami, seperti sebelumnya aku pulang kuliah berjalan ke gerbang kampus dengan bahagia karna setahun bersamanya telah terlewati, aku juga sudah mempersiapkan kado sebuah frame dengan foto kami menghiasinya, sebenarnya aku ingin memberikannya 1000 burung kertas, tapi aku tak memiliki waktu untuk membuatnya. Singkat cerita aku sampai di gerbang kampus, untuk pengetahuan pembaca, gerbang kampus kami memiliki taman yg bertembok setinggi lutut, disana lah aku biasa duduk menunggu nya, tapi hari itu dia telah menunggu dengan tersenyum begitu manis, "happy anniversary sayang, do bawa cake" dengan begitu polos nya, ya dia memang tidak romantis, tapi aku menyukainya. Perasaan ku sangat bahagia saat itu tak bisa diungkapkan dengan kata2, waktu itu sahabat aku Mr.S dan Mrs.E datang, kita merayakan anniversary aku dan Ridho ber 4, meskipun dengan cara yang sederhana, aku tetap sangat bahagia hari itu.

Sesaat kemudian setelah perayaan dan setelah Mr.S dan Mrs.E pulang, dia memberikan aku sebuah bungkusan yg berisi frame kecil yg ada foto aku dan dia, dia juga ngucapin "happy anniversary sayang, semoga kita langgeng selamanya, maaf do cuma bisa kasi ini" itu lah kata2 yang masih ku ingat sampai detik ini, dengan cara yang sederhana, tempat yg sederhana, dan hadiah yg dia kasi begitu saja tidak seromantis di film2 yang aku tonton memang dengan hadiah yg di bungkus kantong kresek "he isn't romantic man but, I love him so much " saat itu aku hanya bisa bilang terimakasih padanya dengan sedikit kebohongan kalau aku tak memiliki apapun untuk diberikan, dia hanya tersenyum dan berkata "gpp sayang".

Setelah itu dia mengantarkan aku pulang sperti biasanya.  Setibanya dirumahku kami ngobrol sebentar di depan rumah ku, tak lama dia pamit pulang, saat itu aku bilang padanya untuk menunggu sebentar, aku masuk kerumah dan keluar sambil membawa frame yg sudah aku siapkan untuknya, ya memang tidak terbungkus kado, tapi terbungkus kotaknya, saat itu aku bilang ke dia "sebenarnya desi punya sesuatu". Saat dia membukanya, aku senang dia tersenyum. Tak lama dia pamit pulang. Begitulah satu tahun bersamanya terasa sangat indah.

Hari pun berganti, bulan kami lewati setelah nya, mulai ada pertengkaran2 yang menyesakkan, aku pun sering mengatakan putus padanya, tapi kemudian aku menyesal, amarahku memuncak saat itu dan aku tak bisa berpikir jernih, di awal awal dia masih sabar dengan ku, entah sudah berapa kali aku memutuskannya, aku terlalu emosi, dengan hal2 yg sebenarnya sepele tiba2 menjadi besar. Sejujurnya saat itu aku merasa jenuh dengan nya. Pernah sekali saat itu dia mau menemai aku membelikan kado buat mamak yg ultah, tapi dia membuat aku menunggu lama, awalnya aku masih sabar, karna aku masih punya teman menunggu, tak lama satu persatu temanku pergi, tapi dia tak kunjung datang, aku sms dia bilang iya bentar sayang ni dah mau jalan, tapi sejam kemudian dia baru sampai. Saat dia sampai aku benar2 sudah capek, aku sedih, marah, kecewa dengan janji nya. Dia menjelaskan kalau motornya di pinjam teman blablabla, tapi aku sudah terlanjur marah, bagaimana tidak saat aku sms dia bilang sudah mau otw, tapi kenyataan nya tidak. Dia terus minta maaf, aku sudah terlanjur marah dan minta di antar pulang tapi dia membawa aku ke ke mall yg mau kami tuju sebelumnya, alhasiall aku cuma diam dan tidak mendapatkan apa2 disana, aku marah. Kami bertengkar untuk kesekian kali, aku mau pulang tapi aku tidak mau pulang sama dia, dia terus membujuk aku dan pada akhirnya aku pulang sama dia.

Ya, egois. Begitulah aku, aku menyadarinya tapi sangat sulit bagi ku melenyapkan sifat egois.
Begitu seterusnya kami terus berantem sampai akhirnya aku memutuskannya dan kemudian kembali menyesali, tapi saat itu dia sudah tak bisa mentolerir aku lagi. Dia begitu kuat tak menginginkan balikan.

Tobe continue....

No comments:

Post a Comment